KILASPUBLIK.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memulihkan akses transportasi pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Melalui pengerahan prajurit ke lapangan, TNI mempercepat pembangunan Jembatan Bailey sebagai solusi sementara bagi jalur yang terputus.
Di Provinsi Aceh, pembangunan jembatan berlangsung di Teupin Reudup, Desa Awe Getah, Kabupaten Bireuen, serta di Jalan Putra Beutong, Krueng Pase, Kabupaten Aceh Utara. Pekerjaan saat ini berfokus pada perakitan panel dan gelagar utama, dengan pemasangan mencapai 10 petak dan progres sekitar 50 persen.
Sementara itu, di Sumatera Utara, jajaran Kodam I/Bukit Barisan tengah mempersiapkan pembangunan Jembatan Bailey di Sungai Anggoli, Desa Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah. Jembatan sepanjang 33 meter ini masih menunggu kedatangan seluruh material ke lokasi.
Di Sumatera Barat, terdapat delapan titik prioritas pembangunan Jembatan Bailey yang tersebar di berbagai kabupaten dan menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat.
Lokasi tersebut meliputi kawasan Malalo dan Subayang pada ruas Sp. Ganting Payo–Batas Tanah Datar–Sumani, Jembatan Luhuang Lubuk Basung–Sungai Limau, Jembatan Sikabau di Pasaman Barat, Jembatan Sini Air Balai Satu Malalak Selatan di Agam, Jembatan Sungai Lasi di Pasaman, Jembatan Aia Taganang Matur di Agam, dan Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok.
TNI bersama pemerintah daerah serta instansi terkait terus memperkuat sinergi agar proses pembangunan berjalan cepat, tepat, dan aman. Dengan segera berfungsinya jembatan-jembatan tersebut, diharapkan akses masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas sosial-ekonomi pulih seperti sediakala.
_
(Red)
