KILASPUBLIK.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik, termasuk area persawahan. Akibatnya, ribuan hektare lahan pertanian terendam air selama beberapa hari.
Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, genangan banjir berdampak pada sedikitnya 14 kecamatan dan 79 desa. Total luas lahan tanam yang terdampak mencapai 8.693 hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang Lesamanasari, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan permohonan bantuan benih ke Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah tersebut diambil untuk mendukung petani melakukan tanam ulang pascabanjir.
Dari hasil pendataan yang telah disampaikan, Kabupaten Bekasi diproyeksikan memperoleh bantuan benih sebanyak 217 ton 325 kilogram. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tanam ulang, dengan alokasi rata-rata 25 kilogram benih per hektare.
Eem menegaskan bahwa distribusi bantuan akan dilakukan sesuai prosedur dan mengacu pada data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diverifikasi sebelumnya. Bantuan hanya diberikan kepada petani yang namanya tercantum dalam daftar tersebut.
“Penyaluran harus sesuai dengan data CPCL yang sudah diajukan, sehingga tepat sasaran,” ujarnya, Kamis (12/02/2026).
Ia menerangkan, mekanisme penyaluran diawali dengan penerbitan surat perintah kepada penyedia benih. Selanjutnya, pihak penyedia menyusun jadwal distribusi secara bertahap di 14 kecamatan terdampak agar proses berjalan tertib dan terhindar dari penumpukan massa.
Menurutnya, pendistribusian tidak dilakukan serentak, melainkan dijadwalkan per wilayah. Dalam pelaksanaannya, penyedia benih berkoordinasi dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Informasi jadwal juga disampaikan kepada kelompok tani penerima agar serah terima dapat dilakukan langsung di lokasi yang telah ditentukan.
Dinas Pertanian turut melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan bantuan tersalurkan sesuai data dan tidak menimbulkan polemik. Sistem pendataan yang digunakan bersifat by name dan by address, sehingga mencegah adanya pihak yang tidak berhak menerima bantuan.
“Data penerima sudah jelas dan terverifikasi, sehingga penyaluran berlangsung transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Eem berharap bantuan benih ini dapat mempercepat proses tanam ulang sehingga produksi pertanian di Kabupaten Bekasi tetap terjaga. Ia juga mengajak para petani untuk tetap optimistis dalam menghadapi dampak bencana.
Dengan adanya dukungan tersebut, pemerintah daerah menargetkan kerugian akibat banjir tidak berlarut-larut dan sektor pertanian tetap menjadi penopang ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bekasi.
.
(Red)
