KILASPUBLIK.com – Densus 88 Antiteror Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Selatan menggelar kampanye edukasi tentang pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kawasan Car Free Day Boulevard, Kota Makassar, Minggu (5/7).
Kegiatan yang dipimpin Kasatgaswil Sulawesi Selatan Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Agung N. Masloman, S.I.K., M.H., tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat sikap toleransi, serta mencegah berkembangnya paham radikal dan perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sosial.
Dalam kegiatan itu, personel Satgaswil Sulawesi Selatan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, menghargai keberagaman, dan menciptakan kehidupan yang aman, damai, serta saling menghormati.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye tersebut, warga diajak menandatangani banner bertuliskan “Say No To Bullying, Intolerance, Radicalism, Terrorism”. Aksi simbolis ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan terbebas dari paham kekerasan.
Kombes Pol. Agung N. Masloman menegaskan bahwa upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Pencegahan harus dibangun dari kesadaran bersama. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, terorisme, maupun bullying yang berpotensi mengganggu kehidupan bermasyarakat. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,” ujarnya.
Ia juga menilai kawasan Car Free Day menjadi ruang publik yang efektif untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebangsaan secara lebih dekat dan humanis.
Kampanye berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan, berdialog dengan personel Densus 88 AT Polri, serta memberikan dukungan terhadap upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan penghapusan praktik bullying di tengah masyarakat.
.
(Red)
