Kapolda Sumsel Tekankan Tiga Langkah Cegah Kejahatan Siber Lewat Program Paham AI

KILASPUBLIK.com – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., resmi membuka Training of Trainer (ToT) “Paham AI” yang merupakan bagian dari Program Quick Wins Presisi Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat Triwulan III Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (6/8/2026), dan diikuti 159 personel dari berbagai satuan kerja.

Pelatihan ini bertujuan mencetak para trainer Polri yang mampu memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Peserta berasal dari jajaran Polda Sumsel dan Polres, di antaranya Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, Kanit Pidsus, personel Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditbinmas, Bidhumas, Biro SDM, hingga Bintara fungsi Reskrim, Lantas, Binmas, dan Humas.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa perkembangan AI membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan baru seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, deepfake, voice cloning, judi daring, hingga perundungan siber yang rentan menyasar generasi muda.

BACA JUGA :  Begal Penembak Bripka Arya Ditangkap, Satu Pelaku Tewas

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran Polri sebagai edukator digital agar masyarakat, khususnya pelajar, memiliki pemahaman yang baik dalam memanfaatkan teknologi sekaligus mampu menghindari berbagai bentuk kejahatan siber.

“Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan tiga penekanan utama kepada seluruh peserta. Pertama, memperkuat edukasi mengenai hukum dan ancaman kejahatan siber melalui fungsi Reserse Kriminal. Kedua, menanamkan etika serta tanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital melalui fungsi Lalu Lintas. Ketiga, mengoptimalkan peran Binmas dan Humas sebagai ujung tombak penyampaian materi kepada para pelajar.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program ini berjalan efektif. Menurutnya, keberhasilan edukasi AI tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara Polri, Dinas Pendidikan, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA :  Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar dalam Tujuh Bulan

“Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Selama pelatihan, peserta menerima berbagai materi, mulai dari pengenalan kecerdasan buatan, penyusunan AI prompts, etika penggunaan AI, penanggulangan hoaks, hingga pemanfaatan Platform Senopati. Kegiatan juga dilengkapi praktik penggunaan platform, simulasi penyampaian materi kepada pelajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Materi disampaikan oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Nuril Yunus, M.Kom., Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, S.E., Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan, S.H., M.Si., serta Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Muhammad Firmansyah, S.I.K.

BACA JUGA :  Kasus Mobil Rental Diduga Digelapkan Penyewa Sudah Dikembalikan, Bos Rental Apresiasi Polsek Setu

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., berharap para peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan melalui edukasi yang mudah dipahami oleh kalangan pelajar.

Menurutnya, peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi secara sederhana, sehingga generasi muda semakin bijak memanfaatkan AI, menjaga keamanan data pribadi, mengenali hoaks, memahami berbagai modus kejahatan digital, serta menyadari adanya konsekuensi hukum dalam setiap aktivitas di ruang siber.

Melalui Program Paham AI, Polda Sumsel berupaya memperkuat literasi digital sekaligus membangun jaringan edukator hingga tingkat kewilayahan. Program ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi AI untuk kegiatan belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *