PSEL Jabar Siap Dibangun Juni 2026, Target Atasi Sampah dan Hasilkan Listrik

KILASPUBLIK.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai langkah konkret dalam pengelolaan sampah berbasis energi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menandatangani kerja sama pengolahan sampah untuk wilayah Bogor Raya dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL PT Weiming Nusantara Bogor New Energi. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, serta sejumlah perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, PLN, dan Pelindo.

Selain proyek di Bogor Raya, kerja sama serupa juga dilakukan antara Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara. Kedua proyek ini menjadi bagian awal pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.

BACA JUGA :  66 Warisan Budaya Jawa Barat Resmi Ditetapkan pada 2026

Zulkifli Hasan menjelaskan, pada tahap awal terdapat tiga proyek yang disepakati, yakni di Bekasi, Bogor Raya, dan Bali. Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pembangunan segera dimulai dalam waktu dekat sesuai arahan presiden.

“Dalam tahun ini akan ada tambahan 12 lokasi lagi. Presiden meminta agar proses pembangunan bisa dimulai paling lambat dalam tujuh minggu ke depan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan 32 fasilitas PSEL hingga tahun 2029. Setiap fasilitas dirancang mampu mengolah minimal 100 ton sampah per hari, bahkan beberapa di antaranya ditargetkan mencapai kapasitas hingga 700 ton per hari.

Pemerintah pusat juga meminta kepala daerah untuk aktif mengawal proyek ini agar berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu, mengingat sejumlah wilayah saat ini menghadapi kondisi darurat sampah.

BACA JUGA :  Jabar dan Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10 Miliar

Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk memastikan proyek di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor dapat segera terealisasi.

“Kerja sama sudah diteken. Harapannya pembangunan cepat rampung sehingga masalah sampah bisa teratasi sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, proyek serupa juga disepakati di Bali melalui kerja sama antara pemerintah daerah setempat dengan PT Weiming Nusantara Bali New Energi. Danantara menargetkan seluruh proses pembangunan PSEL sudah mulai berjalan paling lambat pada Juni 2026.

.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *